Selasa, 03 Juli 2012

Siapkan Diri Ditengah Konflik Oleh Astuni Rahayu


Seorang lelaki berkulit sawo matang memasuki Aula P4TK yang berada di kota Medan. Tubuh lelaki itu kekar dan tegap mungkin ia sudah menginjak usia 40 tahun, dengan memakai Jeans dan sepatu kate ia seperti menunjukkan style seorang wartawan, ditambahkan lagi rambutnya yang dikucilkan kebelakang jelas tergambar ia seorang wartawan. Ia adalah Tarmizy Harva Foto Jurnalis Reuters, yang telah ditunggu-tunggu oleh sejumlah orang yang berbeda pulau di seluruh Indonesia itu.  Tarmizy merupakan salah satu wartawan yang kerap meliput didaerah konflik, ia pun sudah meraih penghargaan Greenviart National Photofest Pada Tahun 2008 Dan Photo Competition Culture Activity Of Aceh Dan North Sumatera tahun 2010 lalu.
Meliput berita adalah tugas seorang Jurnalis, baik peliputan didaerah biasa maupun di daerah konflik, selagi berita yang akan disampaikan mengandung kebenaran dan kepentingan publik. Biasanya dalam peliputan, mengabadikan momen setiap kejadian merupakan salah satu tugas seorang Jurnalis. Walaupun pengambilan gambar yang diabadikan berisiko. Seperti yang dialami Wartawan Burma Kenji Nagai, ia ditembak oleh tentara Rangon saat kejadian protes anti-pemerintah Burma tahun 2007 lalu. Dengan posisi terbaring Nagai terus mengambil gambar, walaupun tentara Burma terus  menembaknya. Ia meninggal akibat luka didada. Kisah Nagai ini diabadikan oleh wartawan photo Andrees Latif. “Photo yang diabadikan Andrees, memenangkan Pulitzer Prize untuk kategori Breaking News Photography pada tahun 2008 lalu,” ungkap Tarmizy, sambil menunjukkan photo kepada sejumlah orang yang berbeda pulau itu.
Dari kejadian yang menimpa wartawan Burma dapat disimpulkan bahwa profesi sebagai wartawan sangatlah beresiko “Sudah tergambar dalam pikiran kita betapa bahayanya meliput didaerah konflik,” tutur Fadhila Rahmi, dari Lembaga Pers Mahasiswa Kreatif Universitas Negeri Medan kepada salah satu teman disebelahnya, Rabu (23/5). Wartawan memang suatu profesi yang penuh tantangan dan beresiko, namun ia memiliki pengalaman menakjubkan yang tidak dimiliki profesi lain, ungkap teman disebelahnya.
Melakukan liputan dikawasan konflik tentu saja beresiko, namun resiko tersebut dapat diperkecil apabila Jurnalis menguasai informasi mengenai daerah konflik, Jurnalis juga harus memiliki komunikasi yang tepat, mempunyai peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan daerah yang akan diliput, perencanaan yang matang ketika memasuki daerah konflik dan menyusun strategi ketika usai peliputan merupakan suatu keharusan seorang Jurnalis. Tujuan ini agar Jurnalis tidak terjebak antara dua faksi, yaitu diantara pertikaian polisi dan pengunjuk rasa. “Tidak  ada hasil peliputan yang ‘Bernilai’ saat diikuti dengan cedera atau bahkan kematian,” terang Tarmizy. Kita sebagai Jurnalis sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kejadian-kejadian yang sepatutnya masyarakat Tahu, walaupun sekali itu didaerah yang membahayakan. Tapi ingat “Keselamatan kita adalah yang di utamakan,” tegasnya.
Gambar yang kita dapatkan disaat liputan tidak semuanya dapat dipubilkasikan, karena sebuah photo harus mengandung nilai informasinya, memiliki sopan-santun, tidak memicu konflik dan tidak ada pihak yang dirugikan maupun yang menguntungkan. Sebab itu media elektronik maupun media cetak berkewajiban untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan fakta yang akurat dan dapat memilah-milah informasi yang layak disampaikan dan yang tidak. Karena masyarakat mempunyai dampak yang luar biasa terhadap perkembangan media, baik itu elektronik maupun cetak. “Media adalah sarana pengontrol masyarakat, apabila ia tidak terkontrol maka media akan menguasai dunia,” ungkapnya, Rabu (23/5).
Untuk menggali informasi yang lebih banyak dan akurat didaerah konflik, Jurnalis mau tak mau harus berdiri ditengah-tengah konflik yang sedang terjadi. Jurnalis adalah pengawas masyarakat, karena itu Jurnalis tidak perlu takut, tutup Tarmizy siang itu, dengan harapan kepada wartawan penerus selanjutnya untuk lebih berani dan tangguh dalam menghadapi tantangan dimasa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar