Selasa, 06 Desember 2011

Masa Lalu, Asa dan Cita

Oleh Astuni Rahayu

Masa Lalu, Asa dan Cita 
Judul              : Anak-anak Langit
Penulis           : Zhaenal Fanani
Penerbit         : Laksana
Cetakan         : I, Juni 2011
Tebal              : 423 halaman


     Dalam kehidupan kota besar seperti di Jakarta, manusia selalu mengabaikan dan tak mau tahu dengan keberadaan orang-orang yang lemah atau orang-orang kecil.Hanya sedikit manusia yang peduli dan mengasihi mereka. Selebihnya menganut paham siapa loe siapa gue.
         Namun, tidak begitu dengan tokoh utama dalam novel karya Zhaenal Fanani ini. Aziza lahir di desa Tagiri, salah satu desa di pinggiran sungai Brantas. Tanpa pernah mengenal rupa ayahnya, Aziza hanya hidup berdua dengan ibunya hingga keadaan memaksa Aziza kecil harus merantau ke Jakarta setelah ibunya meninggal.
     Hidup terluntang-lantung dikerasnya kehidupan Jakarta, Aziza kecil terbiasa dengan kehidupan anak jalanan. Beruntung ia bertemu dengan Pak Daming, petugas kebersihan yang biasa menyapu jalanan kota Jakarta. Pak Daming merupakan sosok penyelamat bagi Aziza, karena Pak Daminglah yang menyelamatnya dari kerasnya kehidupan jalanan Jakarta, dan menyekolahkannya hingga ke Perguruan Tinggi.
     Dengan gambaran masa lalunya itulah yang membuat Aziza ingin mendalami kehidupan jalanan. Di tengah-tengah kesibukannya menyusun skripsi ia meluangkan waktunya untuk bertemu dan bersahabat dengan anak-anak jalanan. Persahabatan itu terus berlanjut hingga sampai pada hasrat untuk merubah nasib anak-anak jalanan itu.
     Dengan harapan dapat mengembalikan masakanak-kanak mereka yang harus terenggut hanya karena mereka harus bekerja. Aziza mengajak anak-anak itu untuk belajar dan mengisi waktu mereka dengan hal-hal berguna. Dengan bermodal cinta, kecermalangan otak, dan ketegaran jiwa, Aziza terus  memberi semangat dan ilmu pengetahuan terhadap sahabat-sahabat kecilnya itu. Bertempat di area tanah kosong di Tugu Pancoran yang berada di pusat Ibu Kota itulah, Azizah memulai untuk mewujudkan mimpinya terhadap anak-anak tersebut.
    “Anak-anak langit” menceritakan kisah yang menekankan rasa tolong menolong yang mampu memotivasi pembaca agar tidak melupakan kodrat manusia untuk saling bantu-membantu dalam menjalani kehidupan. Tak hanya itu, Buku ini merupakan sebuah pembelaan terhadap orang-orang pinggiran yang terpinggir dalam sisi kesehatan, ruang lingkup kesejahteraan, ruang lingkup budaya, serta dalam nilai estika moral dan emosional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar